Oke sob kali ini gue mau cerita sedikit nih.
Inilah asal usul daerah yang gue diami saat ini.
Selamat membaca. . .
Dahulu di daerah Jambi
ada sebuah negeri yang diperintah oleh seorang Raja yang bernama Sutan
Mambang Matahari. Sutan mempunyai seorang anak laki-laki bernama Tuan
Muda Selat dan seorang anak perempuan bernama Putri cermin Cina. tuan
Muda Selat adalah seorang pemuda yang berwajah tampan tapi sifatnya
sedikit ceroboh. Sedangkan Putri Cermin Cina adakah seorang putrid yang
cantik jelita, baik hati, dan lemah lembut.
Pada suatu hari, dating
saudagar muda ke daerah itu, saudagar muda itu bernama Tuan Muda
Senaning. Mula-mula tujuan Tuan Muda Senaning hanya untuk berdagang,
namun saat penjamuan makan Tuan Muda Senaning bertamu dengan Putri
Cermin Cina. seketika itu Tuan Muda Senaning jatuh hati pada Putri
Cermin Cina. Demikian pula, diam-diam Putri Cermin Cina juga menaruh
hati pada Tuan Muda Senaning. Putri Cermin Cina menyarankan untuk Tuan
Muda Senaning dating kepada ayahandanya Sutan Mambang Matahari untuk
melamarnya.
Tidak lama kemudian
tuan Muda Senaning datang mengahadap Sutan Mambang Matahari untuk
melamar Putri Cermin Cina. Sutan Mambang Matahari dengan senang hati
menerima lamaran Tuan Muda Senaning karena memang Tuan Muda Senaning
mempunyai perangai yang baik dan sopan. Tapi Sutan Mambang Matahari
terpaksa menunda pernikahan Tuan Muda Senaning dengan Putri Cermin Cina
selama tiga bulan karena Sutan harus berlayar untuk mencari bekal pesta
pernikahan putrinya. Sebelum berangkat berlayar, Sutan Mambang Matahari
berpesan pada Tuan Muda Selat untuk menjaga adiknya dengan baik.
Pada suatu hari,
selepas keberangkatan Sutan Mambang Matahari, TuanMuda Senaning dan Tuan
Muda Selat asyik bermain gasing di halaman istana. Mereka tertawa
tergelak-gelak makin lama makin asyik sehingga orang yang memdengarpun
turut tertawa senang. Hal itu mebuat Putri Cermin Cina penasaran dan
ingin melihat keasyikan kakaknya dan calon suaminya, ia melihat dari
jendela. Kehadiran Putri Cermin Cina terlihat oleh dua orang itu, sambil
menoleh kearah jendela, Tuan Muda Senaning melepas tali gasingnya.
Gasing Tuan Muda Senaning mengenai gasing Tuan Muda Selat. Karena
berbenturan keras sama keras, gasing Tuan Muda Selat melayang dan
terpelanting tinggi.
Gasing itu terpelanting
kearah Putri Cermin Cina yang melihat dari jendela. Gasing itu berputar
diatas kening Putri Cermin Cina. Putri Cermin Cina menjerit kesakitan.
Kening Putri Cermin Cina berlumuran darah, ia jatuh ke lantai tak
sadarkan diri. semua orang panik dan berusaha menolong Putri Cermin
Cina. Namun takdir berkata lain, Putri yang cantik jelita itu akhirnya
menghembuskan nafas yang terakhir.
Tuan Muda Senaning
sangat merasa bersalah atas kematian Putri Cermin Cina, dia menjadi
putus asa dan gelap mata. Dia melihat dua tombak bersilang di dinding,
dengan cepat tombak itu di tarik dan di tancapkan ke tanah dengan posisi
mata tombak mencuat ke atas. Kemudian Tuan Muda Senaning melompat
kearah mata tombak dan seketika itu mata tombak menembus perutnya hingga
punggungnya. Tuan Muda Senaning meninggal untuk menyusul Putri Cermin
Cina.
Semua warga membantu
mengurus dua jenazah orang yang saling jatuh cinta itu. Tuan MudaSelat
begitu kalut dan bingung. Ayahandanya pasti marah besar apabila
mengethui keadin itu. kedua jenazah itu akhirnya dikuburkan. Jenazah
putri Cermin Cina dikubur di tepi sungi, Sedangkan jenazah Tuan Muda
Senaning dibawa anak buahnya ke kapal, dan kapal itu berlayar ke
seberang. Jenazah Tuan Muda Senaning dikuburkan di tempat itu diberi
nama dusun Senaning.
Tuan Muda Selat juga
merasa bersalah atas kematian adik tercintanya, dia terus menyalahkan
dirinya karena gasingnya, Putri Cermin Cina meninggal dunia. Akhirnya
Tuan Muda Selat pergi meninggalkan negerinya bersama orang-orang
kampung. Orang-orang yang ikut dengannya ditinggal di suatu tempat dan
tempat itu di sebut Kampung Selat. Namun Tuan Muda Selat pergi tanpa
memiliki tujuan yang jelas.
Tidak lama kemudian
Sutan Mambang Matahari tiba di kampungnya. Sutan bingung karena
kampungnya begitu sepi, dia menuju istanan namun hanya tersisa beberapa
orang yang menjaga istana beberapa orang yang menjaga istana. Setelah
Sutan tahu tentang kejadian sebenarnya, Sutan Mambang Matahari merasa
sedih, kemudian ia beserta pengikutnya pergi meninggalkan kampungnya,
mereka pergi ke dusun seberang dan mendirikan kampung disana. Kampung
itu terletak diantara kubur Tuan Muda Senaning, dan kapal Tuan Muda
Selat. Kampung itu bernama Dusun Tengah Lubuk Ruso.
Legenda cerita ini oleh
rakyat Jambi dianggap benar-benar terjadi karena ada hubungannya dengan
nama-nama kampung di Kabupaten Batanghari, Jambi.
Tema dari cerita rakyat
diatas adalah kehidupan muda-mudi yang saling mencintai hingga akhir
hayat mereka. Tokoh yang terdapat pada cerita rakyat ini adalah Putri
Cermin Cina, Tuan Muda Senaning, Tuan Muda Selat, Sutan Mambang
Matahari, pengikut Tuan muda Senaning, dan orang-orang kampung. Putri
Cermin Cina mempunyai watak baik hati dan lemah lembut, tuan Muda
Senaning Berwatak sopan dan baik, Tuan Muda Selat berwatak agak ceroboh
dan hormat pada ornag tuanya, Sutan Mambang Matahari berwatak bijaksana,
baik hati dan sangat menyayangi kedua anaknya, sedangkan pengikut Tuan
Muda Senaning berwatak setia pada Tuannya dan orang kampung berwatak
setia menemani Tuannya, membantu sabisa mungkin. Cerita rakyat yang
berjudul Putri Cermin Cina ini menggunakan alur maju karena disepanjang
cerita dari awal hingga akhir berjalan secara urut dan teratur. Dan juga
menggunakan alur tertutup karena akhir cerita telah diketahui bahwa
Putri Cermin Cina meninggal dunia kemudian Tuan Muda Senaning juga ikut
bunuh diri karena tidak bisa hidup tanpa Putri Cermin Cina, Tuan Muda
Selat pergi meninggalkan kampungnya, dan Sutan Mambang Matahari juga
pergi meninggalkan kampungnya karena merasa sedih atas kematian Putrinya
dan atas semua yang telah terjadi.
Setting/latar cerita
yang terdapat dalam cerita rakyat ini adalah setting waktu disaat Tuan
Muda Senaning tiba di kampung Putri Cermin Cina, saat jamuan makan, saat
Tuan Muda Senaning melamar Putri Cermin Cina, saat bermain gasing.
Sedangkan setting tempatnya adalah di negeri yang yang di pimpin Sutan
Mambang Matahari, di halaman istana, di kapal pelayaran, di tepi sungai
tempat makam Putri Cermin Cina, Kampung Selat, Dusun Senaning, Dusun
Tengah Lubuk Ruso. Setting suansana yang terdapat dalam cerita rakyat
ini adalah suasana gembira dan bahagia saat lamaran Tuan Muda Senaning
diterima oleh Sutan Mambang Matahari, saat Tuan Muda Senaning dan Tuan
Muda Selat bermain gasing bersama, suasana sedih dan haru saat kematian
Putri Cermin Cina dan Tuan Muda Senaning. Sudut pandang yang digunakan
adalah pencerita serba hadir karena di dalam cerita menggunakan kata
ganti ia atau dia dan juga dengan menyebutkan nama tokohnya. dalam
cerita ini terdapat beberapa majas, yaitu majas metafora dalam kata-kata
jatuh hati, menaruh hati, dan gelap mata juga ada majas personifikasi
dalam kata takdir berkata lain. Amanat yang terkandung dalam cerita
rakyat ini adalah apabila melakukan sesuatu jangan ceroboh karena
sedikit kecerobohan akan dapat menimbulkan akibat yang fatal, saat
mendapat musibah harus di terima dengan ikhlas karena itu kehendak Yang
Kuasa, jangan menghadapi sesuatu dengan gelap mata, semua harus
dipikiran dengan matang dan pikiran yang tenang, dan juga jangan melepas
tanggung jawab yang telah di bebankan pada kita.
Itulah sinopsis cerita rakyat yang berjudul Putri Cermin Cina, cerita rakyat dari Jambi
dan analisis cerita rakyat yang mengupas unsure-unsur intrinsic yang
terdapat dalam cerita rakyat tersebut. Setiap cerita pasti mengandung
amanat yang akan disampaikan pada pembaca, dan semoga amanat yang
terkandung dalam cerita rakyat ini dapat bermanfaat bagi kehidupan kita
selanjutnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Makasih udah sempat mampir... ;-)