Sabtu, Januari 31

AKU ANAK BROKEN HOME. . .

Pernah dengar istilah broken home kah ? istilah ini memang sudah tidak asing lagi di telinga kita ya. Broken home yang diambil dari bahasa inggris ini memiliki arti keluarga yang berantakan. Sepertinya, ini istilah yang dipakai untuk lebih 'menghaluskan' arti yang sebenarnya dalam bahasa indonesia. Pada awalnya, aku mengira istilah broken home hanya ditujukan pada anak-anak yang orang tuanya bercerai. Padahal, makna dari broken home bukan hanya ditujukan pada anak-anak yang orang tuanya bercerai saja, Istilah ini pun bisa ditujukan pada anak-anak yang memiliki orang tua utuh namun tidak harmonis, misal : ada kekerasan dalam rumah tangga, kedua orang tua terlalu sibuk sehingga anak jadi kurang kasih sayang, serta berbagai hal lain yang bisa menyebabkan kondisi mental anak menjadi terganggu dan tidak sehat.

Menurutku, anak yang orang tuanya bercerai bukan berarti anak broken home. Tentunya tergantung kondisi anak tersebut pasca perceraian kedua orang tuanya, apakah lebih baik atau lebih buruk?, kalau lebih buruk oke lah kita bisa bilang broken home, tapi kalau lebih baik tentu tidak tepat jika istilah broken home ditujukan padanya. 

Itu pula yang aku rasakan saat ini. Setelah bercerai aku merasa jauh lebih tenang, lebih sehat secara batin. Aku yakin kondisi psikis aku sangat berpengaruh terhadap anak. Kata-kata bijak "Happy Parents Make Happy Kids" it's absolutely right, dear ^^ Saat orang tua berada dalam keadaan tertekan, stress, feel unhappy, maka anak pun bisa merasakannya.. Sebaliknya, saat orang tua berada dalam kondisi jiwa yang tenang, bahagia..pasti anak pun bisa merasakannya. Pasca bercerai kehidupanku jauh lebih bahagia, begitu pun anakku.. Aku bisa melihatnya dari keceriaannya, kemudahannya dalam bersosialisasi, dan sikapnya yang lebih tenang.

Jadi, aku bisa dengan yakin mengatakan : don't call my daughter as a child of a broken home (jangan sebut putriku sebagai anak broken home). Saat perceraian adalah jalan terakhir yang harus di ambil, sebagai jalan keluar atas segala konflik orang tuanya, bukan berarti anak dari orang tua yang bercerai akan mengalami masalah dalam perjalanan hidupnya ^^
 
 
 
 
 
ANAK yang terlahir dari keluarga tidak lengkap biasanya memiliki sifat “ekstra” atau dengan kata lain nakal. Seto Mulyadi atau Kak Seto memberikan penjelasan kuat mengapa anak tersebut begitu tidak bisa diatur.

Menurutnya, anak merupakan manusia bertubuh kecil yang mampu menyerap apa saja yang berada di sekitarnya. Mereka akan melihat orangtuanya melakukan tindakan buruk, kemudian dilontarkan ke orang lain seumurannya.

“Mereka kan sebetulnya tidak mengerti apa yang dilakukan. Dia hanya melihat dan meniru apa yang ada di sekelilingnya. Jadi, bukan anaknya yang nakal atau bandel, tetapi orangtuanya. Makanya kan sudah ada pembicaraan tentang bagaimana manajemen marah yang baik dan jangan di depan anak, mereka akan meniru apa yang dilakukan ayah bundanya,” jelas Seto Mulyadi kepada Okezone di kediamannya Cirendeu Permai, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Selain itu, kata dia, faktor lain yang membuat anak dari keluarga broken home nakal adalah kurangnya kasih sayang yang utuh dari kedua orangtuanya. Menurutnya, cinta kasih yang kurang membuat anak mencari perhatian dengan caranya sendiri.

Selain membuat iseng anak lain, dia juga mampu berlaku tidak baik kepada teman-temannya.

“Anak yang kurang kasih sayang akan cari perhatian ke tempat lain dengan caranya sendiri. Dia belum paham bagaimana seharusnya mendapatkan perhatian. Yang ada hanya melakukan sebebasnya dan egois, karena dari orangtuanya tidak mengajarkan dengan baik dan mengelola manajemen marah mereka,” paparnya.

Kak Seto mengatakan bahwa kurang kasih sayang merupakan fenomena klasik mengapa anak keluarga broken home cenderung nakal. Poin pentingnya, orangtua harus sadar dan jangan mengedepankan ego dalam berumah tangga demi masa depan anak.






Tak ada satupun orang yang mau menjadi anak broken home. Broken home adalah kondisi hilangnya perhatian keluarga atau kurangnya kasih sayang dari orang tua yang disebabkan oleh beberapa hal. Bisa karena perceraian, sehingga anak hanya tinggal bersama satu orang tua kandung. Bahkan akibat perceraian, banyak anak yang dititipkan ke kakek-neneknya, karena orang tua tunggalnya sibuk bekerja. Kehilangan kasih sayang, Sedih, kecewa, Sepi, dan kurang perhatian. Rumah seakan seperti neraka yang isinya orang tua yang selalu bertengkar. Belum lagi orang sekitar yang selalu menganggap rendah tentang dirinya dan keluarganya. Banyak ocehan dan ejekan yang setiap hari didengar. Itu yang dirasakan dari mereka korban broken home. Miris memang, tapi memang begitu kehidupan korban broken home yang sudah menjadi takdir dan harus dilalui.
Banyak dari mereka yang melampiaskan kesepiannya dengan merokok, seks bebas, minuman keras, obat-obatan terlarang bahkan ada yang sampai menjadi pelacur. Semuanya berawal dari keluarga yang sangat tidak kondusif, orangtua yang tidak dewasa yang selalu bertengkar didepan anak-anak mereka tanpa memikirkan dampak negatif bagi anak-anak mereka. Dan faktor yang lain adalah teman lingkungan sekitar. Karena adanya pengaruh buruk, otomatis kita dengan mudah terjerumus kedalam dunia kelam.
Orang tua masa kini terlalu sibuk dengan urusannya sendiri sampai mereka lupa dengan anak mereka yang wajib diurusi, diperhatikan dan diberi kasih sayang. Padahal seorang anak perlu orangtua yang bisa diajak bicara dalam hal apapun. Ada setiap saat ketika anak membutuhkannya.
Banyak sekali dampak negatif yang dapat disebabkan oleh broken home. Anak bisa menjadi egois, ugal-ugalan, suka cari perhatian, kasar, tidak peduli dengan sekitarnya, dan tidak peduli dengan nasihat orang lain.
Namun siapa sangka ada dari beberapa korban home ada yang memang bisa melampiaskan segala kekecawaanya, kekesepiannya dengan cara yang postif. Teman saya, ada yang orangtuanya bercerai namun dia tidak dengan mudah masuk kedalam dunia bebas. Dia malah mencari perhatian dengan cara bersosialisasi dengan teman-temanya dalam organisasi. Dia termasuk anak yang pandai, dia pernah memenangkan lomba debat bahasa inggris. Dan itu termasuk prestasi yang membanggakan walaupun latar belakang anak itu adalah korban broken home.
Jadi tidak semua anak broken home adalah seorang anak yang memiliki kepribadian tidak karuan. Itu tergantung dari dirinya sendiri yang mau apa tidaknya menahan dirinya agar dirinya tidak masuk kedalam dunia kelam.Banyak hal-hal positf yang bisa dilakukan, dunia ini terlalu indah jika hanya untuk bebrbuat yang tak berguna. Berbuatlah yang sekiranya bermanfaat.
Kita bisa memulainya dengan mendekatkan diri pada Allah. Dengan begitu kita bisa memiliki landasan agama yang kuat sehingga kita tidak akan terjerumus pada hal-hal negatif yang dapat merusak diri. Menyibukkan diri dengan hobi, selain bisa mengespresikkan potensi diri, hal itu juga bisa mengurangi rasa kesepian. Harus mempunyai obsesi diri dalam meraih prestasi,tujuan hidup dan cita-cita. Sebaiknya kita menjalin hubungan yang baik dengan orangtua agar terjaganya keluarga yang harmonis. Dan yang terakhir harus selektif memilih teman, karena lingkungan adalah faktor yang kuat dalam pergaulan sehari-hari.
Semua pasti ingin memiliki keluaraga yang lengkap, rukun, dan harmonis. Memiliki orangtua selalu perhatian, dan penuh kasih sayang.
Hanya sebatas mengingatkan bagi kalian yang hidup dalam keluarga yang harmonis, diberikan kasih sayang orangtua, jangan sia-siakan kasih sayang mereka, diluar sana masih banyak sekali anak-anak yang hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. 




PENGARUH BROKEN HOME BAGI ANAK REMAJA

PENGARUH BROKEN HOME BAGI ANAK REMAJA Broken home adalah kurangnya kasih sayang dan perhatian dari keluarga yang dapat menyebabkan sang anak atau sesorang frustasi bahkan mengidap penyakit yang dinamakan INSOMNIA atau susah tidur. Biasanya seorang anak yang broken home jarang sekali berfrestasi dan mempunyai minat tertentu seperti anak yang lainya. Anak yang broken home cenderung lebih menutup diri dari masyarakat. cenderung lebih pendiam dan kurang bergaul, terkadang minder dalam melakukan apapun dikarenakan tidak adnya dukungan dari orang orang terdekat dan kedua orang tua. Penyebab utama broken home adalah karena terlalu sibuknya kedua orang tua sehingga tidak memperhatikan anak. Atau juga dikarenakan perpisahan kedua orang tua yang membuat seseorang broken home sehingga ia lebih menutup diri dan merasa malu. Ada sebagian dari mereka yang broken home lebih memanfaatkan waktunya dengan cara menulis dan melakukan hal hal positif untuk ditunjukan kepada orang tuanya bahwa ia bisa . walau pada akhirnya ia mengetahui bahwa hasilnya nihil. Ada juga sebagian dari mereka yang frustasi dan lebih cenderung melakukan hal hal negatif sehingga salah bergaul. maka dari itu kita sebagai orang terdekatnya harus lebih memotivasi dan mengigatkan ia bahwa tak selamnaya nak yang broken home tidak baik. Gangguan kejiwaan pada seorang yang broken home: 1) Broken heart , seorang merasakan kepedihan dan kekecewaan sehingga memandang hidup sia sia.akibatnya membuat sesorang menjadi krisis kasih sayang. 2) Broken relation , seseorang merasa dalam hidupnya tidak ada yang poerlu dihargai tidak ada orang yang dapat dipercaya. kecenderungan ini membuat seseorang tidak peduli terhadap orang lain. 3) Broken values , sesorang kehilangan arti nilai kehidupan. ia cenderung melakukan hal hal yang dapat membuat ia senang saja tanpa pernah peduli terhadap orang lain. SIKAP NEGATIF DALAM MENGHADAPI BROKENB HOME : Seseorang cenderung tidak bereaksi apa apa bahkan cenderung menyangkal atau juga bisa disebut Denial. sesorang terkadang membayangkan sesuatu yang telah pergi tau menjadi sosok yang pemalu dan penuh dengan khayalan khayalan , " andai saja saya memiliki keluarga yang bahgaia" atau bisa disebut dengan shame. sesorang merasa berkecil hati sehingga ia berpikir jangan jangan keributtab yang terjadi antara kedua orang tuanya akibat kerhadiran saya sipat ini bisa disebut dengan gulit. dan yang terakhi adalah lini secure sesoarang selalu berpikir kemana ia harus lari karena keluarga sudah menjadi tempat yang menakutkan baginya. Menghadapi broken home. ambilah sisi positif dari maslah tersebut dan tarik hikmahnya, lebih mendekatkan diri pada ALLAH swt, jangan pernah menghakimi siapapun karena keadaan tersebut, tetap menjaga diri dan memegang teguh nilai kebenaran karena broken home bukan akhir dari segalanya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makasih udah sempat mampir... ;-)